
Dalam era media sosial dan gaya hidup instan, narasi tentang tubuh ideal kerap dibingkai secara sempit: langsing itu cantik, berotot itu keren. Sayangnya, narasi ini kerap mengabaikan aspek kesehatan fisik dan mental. Seminar bertajuk “Kebiasaan Makan & Body Goals: Cara Sehat Mencapai Tubuh Ideal” yang digelar melalui kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Gresik, Institut Al Azhar Menganti Gresik, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, serta pakar gizi dari RSUD dr. Soewandhie Surabaya, hadir sebagai angin segar yang membongkar mitos-mitos seputar diet dan body image.
salah satu pemateri dalam seminar ini adalah ibu Iin Khalimatus Sa’diyah (Dosen Psikologi Islam Institut AL Azhar Menganti Gresik), Kegiatan ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan ruang dialog kritis yang mempertemukan dunia akademik, praktisi kesehatan, dan generasi muda. Peserta—yang didominasi mahasiswa dari berbagai program studi—didorong untuk memahami bahwa “tubuh ideal” bukan semata tentang ukuran, melainkan tentang keseimbangan nutrisi, pola pikir sehat, dan gaya hidup berkelanjutan. Dalam pemaparannya, perwakilan dari Dinas Kesehatan Gresik Bapak Abdurrahman Ali S.GZ,. M.Kes mengingatkan pentingnya literasi gizi di tengah membanjirnya informasi tidak valid di media sosial. Sementara itu, ahli gizi dari RS dr. Soewandhie Ibu Erricha Darin Irbah S.GZ secara komprehensif menjelaskan cara menyusun pola makan seimbang berdasarkan kebutuhan kalori, usia, dan aktivitas fisik. Ia menegaskan bahwa diet bukan berarti menyiksa diri, melainkan merawat tubuh secara bijak.
Kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Gresik dan Institut Al Azhar Menganti Gresik dalam menyelenggarakan acara ini patut diapresiasi. Kolaborasi lintas institusi ini menunjukkan komitmen nyata dunia pendidikan dalam membentuk generasi yang melek kesehatan—bukan hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu poin reflektif dari seminar ini adalah perlunya pendekatan yang lebih humanis terhadap isu berat badan dan citra tubuh. Mahasiswa dan masyarakat umum perlu disadarkan bahwa setiap tubuh unik, dan yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu menjaga kebugarannya secara konsisten, bukan mengikuti standar estetika semu yang tak realistis.
Diskusi interaktif menjadi bagian menarik dalam seminar ini. Para peserta aktif bertanya seputar diet keto, intermittent fasting, suplemen, serta mitos-mitos yang berkembang di media sosial. Narasumber memberikan tanggapan secara ilmiah dan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pendekatan individual dalam setiap perencanaan diet. Selain pemaparan materi, seminar ini juga menyediakan sesi skrining kesehatan sederhana seperti pengecekan indeks massa tubuh (IMT) dan konsultasi gizi singkat dengan tenaga ahli. Hal ini memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk mengenali kondisi tubuhnya dan memahami pentingnya pendekatan personal dalam merancang pola makan sehat.
Harapannya, seminar ini bukan menjadi akhir, tetapi awal dari gerakan edukatif yang lebih luas. Edukasi tentang kesehatan makan dan kebugaran seharusnya menjadi bagian dari kurikulum formal dan informal, khususnya di lingkungan kampus. Dengan demikian, kita tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas, tetapi juga sehat, percaya diri, dan berdaya.
Sebagaimana tubuh kita adalah rumah utama, sudah sepatutnya kita rawat dengan penuh cinta, ilmu, dan kesadaran. Seminar ini telah menyalakan lilin kecil dalam gelapnya disinformasi seputar body goals. Tugas kita selanjutnya adalah menjaga agar api kesadaran itu terus menyala, menuntun generasi muda menuju tubuh sehat yang realistis dan berkelanjutan.
